Bagaimana Cara Keluar Dari Pertemanan Toxic, dan Juga Cara Menghadapinya.

Pada dasarnya manusia merupakana makhluk social dimana kita tidak bisa hidup sendiri dan senantiasa harus berdampingan.

Salah satu caranya adalah dengan memiliki hubungan pertemanan atau lingkaran pertemanan di sekitar kita.

Namun, pernahkah kamu mengalami atau juga menemukan lingakarn pertemanan yang sangat buruk dan juga tidak memberikan kontribusi positif untuk hidup kamu.

Misalnya seperti ketika kamu membutuhkan pendengar atas masalah yang sedang kamu hadapi, tetapi teman kamu seakan tidak tertarik bahkan tidak menggubris kamu dan terus membicarakan msaalahnya sendiri.

Hal tersebut tentu membuat diri kita menjadi stress dan juga melelahkan bukan karena harus terus menerus mendengarkannya.

Jika kamu menemukan kejadian seperti itu, kamu harus waspada bisa saja kamu terjebak dalam pertemanan toxic.

Istilah ini digunakan untuk menggambaarkan hubungan pertemanan yang tidak sehat, dalam artian adalah tidak memberikan efek positif dan malah cenderung ke negative.

Hal tersebut tentunya bisa menimbulkan bahaya seperti kesehatan mental seseorang yang terganggu dan bahkan beberapa memutuskan untuk bunuh diri.

Lalu, bagaimanakah cara untuk menghadapai ketika kamu sedang berada dalam situasi tersebut, berikut ini akan kami berikan beberapa tips untuk kamu.

1.Kenali Sifat

Kenali Sifat

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengenali sifat racun mereka, maksud dari kalimat tersebut adalah kamu mencari tahu apakah orang tersebut memang beracun atau hanya sekedar dalam tanda kutip toxic.

Dari situlah kamu bisa memilih mana teman yang akan kamu jadikan sebagai teman sejati dan juga tempat untuk berbagi cerita suka dan duka.

2.Berani Katakan Tidak

Berani Katakan Tidak

Hal kedua yang harus kamu lakukan adalah dengan memberanikan diri untuk mengatakan tidak, menolak memang akan menimbulkan rasa tidak enak hati.

Namun ketika kamu menemukan teman  kamu sudah melewati batasnya ada baiknya kamu memberanikan diri untuk mengatakan tidak.

Sebenarnya memutuskan untuk bertahan dalam hubungan pertememanan yang toxic tidak begitu masalah, namun kamu juga harus mengetahui konseskuensi dari tindakan yang ditimbulkan.

Apabila kamu menemukan tidakan atau tingkat toxicnya sudah terlalu belerebihan, kamu bisa mencoba untuk mengatakan tidak dan juga menentang apa yang seharusnya tidak bileh.

3.Batas

Batas

Hal ketiga yang bisa kamu lakukan adalah dengan membuat Batasan yang jelasm, apalagi jika kamu sedang terjebak dalam pertemanan yang toxic.

Tujuan memberikan Batasan tersebut adalah sebagai bentuk dari perlindungan diri, kamu harus menjaga kesehatan mental dan juga kebahagiaaan kamu sendiri.

Jangan sampai kamu mengorbankan kesehatan mnetal dan juga kebahagiaan kamu demi membuat teman toxic meras senang.

4.Berteman dengan lainnya.

Berteman dengan lainnya.

Langkah keempat adalah kamu tetap harus berteman dengan yang lain, walaupun berat untuk melepaskan pertemanan toxic karena beberapa alasan seperti sudah kenal lama dan lain sebagainya.

Kamu harus tetap menjalin komunikasi dengan teman kamu yang lain yang tidak termasuk toxic, dengan begitu kamu bisa berbagi cerita dan juga meminta pandangannya.

Berkomunikasi dengan yang lain juga bisa membantu kamu menceritakan yang sedang terjadi dalam hubungan pertemanan yang toxic dan meminta solusi dari orang yang tidak toxic lho.

Jika teman yang diluar lingkaran toxic menyarankan untuk menyudahi pertemanan ada baiknya kamu tidak marah dan memikirkan perkataannya, dan memang jika sudah parah sebaiknya memang harus diakhiri

5.Konsultasi

Konsultasi

Langkah kelima ketika kamu menemukan teman kamu mulai menunjukan perilaku toxic, kamu bisa mengingatkannya dan memberinya saran untuk berkonsultasi dengan praktisi kesehatan.

Karena teradapat beberapa kasus dimana orang yang berubah menjadi toxic membtuhkan bantuan dari praktisi psikologis untuk mengembalikan kehidupannya kembali normal.

Sekarang ini sudah banyak aplikasi yang menyediakan jasa konsultasi tanpa harus bertemu langsung, namun ada baiknya saran kami adalah konsultasi secara tatap muka lebih baik.

Hal tersebut dikarenakan agar psikolog bisa membaca gerakan dan raut wajah yang kamu tunjukan sehingga hasil yang dianalisis akan lebih baik.

Nah, kira-kira itulah beberapa tips untuk mengahadapi lingkaran pertemanan yang toxic, semoga artikel ini berguna dan bermanfaat untuk kamu yang sedang mencari tips seputar hubungan pertemanan

Sekian dan terimakasih.

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas